sulis

Kamis, 20 Januari 2011

RAHASIA BESI


image
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82
<!-- [if gte mso 10]>
RAHASIA BESI
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم .لا إله إلاَّ الله .محمد رسو   ل الله
الحمد لله رب العا لمين . الصلاة و السلام على رسو ل الله .اما بعد
     Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al-Qur’an karena terdapat surat bernama Al-Hadiid yang berarti Besi. Sangat menarik karena mengapa Allah tidak mengemukakan unsur lain seperti Emas misalnya, atau perak, intan, permata dan unsur lainnya yang lebih mahal di mata manusia? Dalam Surat 57 Al-Hadiid ayat 25 yang artinya:
…dan Kami "TURUNKAN BESI" yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia...
     Kata “Anzalna” yang berarti “KAMI turunkan” ini khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, yaitu satu-satunya ayat tentang penciptaan atau adanya besi dibumi kita ini.
Kata ini dapat digunakan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk membawa manfaat yang besar bagi manusia, tapi ketika kita menimbangkan makna Harfiah dari kata “Anzalna” ini yaitu secara nyata diturunkan dari atas atau dari langit, maka ayat ini memiliki keajaiban dan Mukjizat ilmiah yang sangat penting.
     Hal ini dikarenakan penemuan Astronomi masa kini bahwa logam besi yang ditemukan dibumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa diangkasa luar. Logam berat di Alam Semesta dibuat dan dihasilkan dari inti-inti bintang raksasa, tapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara sendiri.
     Besi ini hanya bisa dibuat dari bintang-bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari yang suhunya mencapai ratusan juta derajat. Ketika besi telah melampaui jumlah batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak lagi mampu menanggungnya dan akhirnya meledak melalui sebuah ledakan yang disebut “Nova” atau “Super Nova”.
     Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak dalam ruang hampa di alam semesta hingga mengalami gaya tarikan oleh gravitasi benda-benda luar angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk dibumi, melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di luar angkasa melalui meteor-meteor dan diturunkan ke bumi.
     Persis seperti yang dinyatakan dalam ayat tadi bahwa besi itu diturunkan oleh Allah dari langit. Bukti ini tidak dapat ditemukan pada abad 7 saat Al-Qur’an diturunkan karena pada masa itu belum ada teleskop, pesawat luar angkasa, satelit ataupun lainnya.
     Dan tentu ayat ini bukan kebetulan karena ribuan ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ilmu pengetahuan tidak ada satu pun yang bertentangan dengan penemuan dan bukti ilmiah yang baru ditemukan abad 19-20 baru-baru ini, bahkan masih banyak lagi yang belum bisa dibuktikan!
     Sekali lagi ini membuktikan bahwa AL-Qur’an bukan ciptaan Rasulullaah Muhammad SAW, tapi memang dari sisi Allah Yang Maha Sempurna. Sementara dalam Bibel tidak ada ayat yang menyatakan bahwa besi berasal dari atas atau dari langit, tapi Alkitab Kristen malah berbicara sebaliknya!
Ulangan 28:23  Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi.
Bagaimana mungkin tanah bumi bisa menjadi besi sedangkan penemuan masa kini membuktikan bahwa bumi dan sistem tata surya kita sekalipun tidak memiliki struktur untuk menghasilkan besi secara sendiri?
Logam besi hanya bisa dihasilkan oleh inti bintang raksasa dan memerlukan suhu yang jauh lebih besar dari Matahari sekalipun hingga ratusan juta derajat!

Ayat christian diatas jelas sangat bertentangan dengan bukti ilmiah?
Apakah ALLAH keliru berfirman?
Apakah ALLAH tak tahu asal mula besi?
Apakah itu firman ALLAH?

Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!
Klik pada gambar agar gambar lebih besar untuk disebarkan ... ^_^
Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.
25 Juta Muslim menjadi Murtad Kafir antara tahun 1950-2004 berdasar 3 sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam & Pihak Kristen dengan sedikit perbedaan jumlah...

Ini baru yang tercatat, bagaimana dengan yang tidak tercatat?
Berapa jumlah murtadin antara 2005-2010?
Berapa jumlah murtadin sebelum tahun 1950?
Berapa jumlah murtadin di negara lain? Afrika, Malaysia, lainnya?
Belum termasuk yang terpengaruh Liberal berkata semua agama sama?
Berapa jumlah Islam yg setengah hati terpengaruh media massa?
Berapa jumlah muslim yang tak yakin dengan Islam?
Berapa Jumlah "Islam Keturunan"?
Sampai kapan kita harus toleransi?
Hak kita untuk membela diri & keturunan kita!
Hidupkan KEWAJIBAN dakwah setiap individu muslim...
Sampaikan dengan hikmah & cara yang baik....

Tidak benar semua agama sama, hanya 1 agama benar! Qur'an menulis:Siapa cari agama selain Islam,maka sekali-kali tidak diterima dari-nya, & dia di akhirat termasuk orang2 rugi (QS.3 Ali 'Imran:85).
Tidak sempurna iman seorang muslim sampai dia menyayangi muslim lain seperti dirinya sendiri. Dan salah satu wujud sayang itu ialah amar ma'ruf nahi munkar. Kemunkaran yang meraja lela saat ini ialah "Semua Agama Sama". Mari kita buktikan semua agama tidak sama, hanya Islam saja satu-satunya agama yang TERBUKTI benar!
Subhanallah...1 lagi bukti...
Dari ilmiah.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari nalar.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari Sejarah.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari bahkan Kitab agama lain pun.... Islam TERBUKTI Benar...

====================
APA BUKTI ISLAM BENAR???
Sangat penting untuk ribuan new member yang join tiap hari,tolong klik:
http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4208
====================
Untuk Posting hari lalui:
http://islamterbuktibenar.net/

Klik share,bagikan,kongsi, jempol,like,suka,tag,tandai agar dakwah menyebar ke seluruh pelosok. More like/jempol & More comment = membantu dakwah karena posting ini akan sering muncul di wall member sebagai most recent update.

Allah berfirman: Menyampaikan=Wajib (bukan kata orang)
Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan
Qs.16:125 Serulah pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik
Qs.5:92 Kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang
Qs.64:12 Kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang

Ayo mari menyampaikan.... SAMPAIKANLAH MESKI CUMA 1 AYAT

Sekali lagi Thanx 2 ALL 4 Support ^_^
TOLONG SAMPAIKAN dengan undang teman pada group ini supaya lebih banyak lagi orang tahu kalau cuma Islam saja satu-satunya agama yg TERBUKTI BENAR ❤♡ ❥ ♥ Semoga ini menjadi amal ILMU YANG BERMANFAAT sehingga pahala tetap mengalir meski jasad kita sudah hancur ditanam dalam liang kubur

Jalan-Jalan Pada Langit


image
Mengapa Allah bersumpah demi langit yang mempunyai jalan-jalan? Bukankah langit ciptaan Allah? Mengapa Allah bersumpah atas nama ciptaannya? Justru dari situlah terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang mau berfikir. Apa saja tanda-tanda kekuasaan Allah pada Langit yang memiliki jalan-jalan? Mari kita berbagi ilmu, saling mengingatkan & kita lihat sama-sama.

JALAN JALAN LANGIT - QUR'AN SEPANJANG MASA
(Posting nomor 75 Group "Islam Terbukti Benar" yang diblokir admin kufar Facebook) Ditulis ulang oleh Admin www.islamterbuktibenar.net , masih admin yang sama dengan group ITB 1 Facebook

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو  ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Dan ini telah terbukti secara ilmiah jika memang Matahari itu mempunyai garis edar sendiri menglilingi galaksi kita. Ini jelas kebalikan dari kesalahan alkitab christian yg menulis jika Matahari tidak bergerak di tengah langit!

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

Qs.36 Yaasiin:38
DAN MATAHARI BERJALAN DITEMPAT PEREDARANNYA. DEMIKIANLAH KETETAPAN YANG MAHA PERKASA LAGI MAHA MENGETAHUI.

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

Qs.31 Luqman:29 TIDAKKAH KAMU MEMPERHATIKAN, BAHWA SESUNGGUHNYA ALLAH MENYATUKAN MALAM KE DALAM SIANG DAN MENYATUKAN SIANG KE DALAM MALAM DAN DIA TUNDUKKAN MATAHARI DAN BULAN MASING-MASING BERJALAN SAMPAI KEPADA WAKTU YANG DITENTUKAN, DAN SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN.

Qs.21 Anbiyaa: 33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

     Kenyataan yang lebih dulu disampaikan dalam Al-Qur’an ini baru diungkapkan pengamatan astronomi dizaman kita. Menurut pengamatan, matahari, sebagai pusat tata surya galaksi kita, ternyata matahari bergerak dengan kecepatan yang luar biasa yaitu 720 Km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti Matahari diperkirakan bergerak sejauh 17.280.000 Km/Hari.

     Bersamaan Matahari, seluruh planet yang ada dalam pengaruh gravitasi Matahari ikut pula berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang dalam galaksi yang lain di alam semesta pun berjalan dalam gerakan yang terencana sehingga banyak sekali garis-garis edar atau jalan lintasan bagi setiap benda angkasa termasuk galaksi lain.

Dan banyaknya lintasan edar dalam angkasa luar ini telah dinyatakan oleh Allah lebih dari 1400 tahun yang lalu dalam Al-Qur’an Surat 51 Adz-Dzariyaat ayat 7, yang artinya:
DEMI LANGIT YANG MEMPUNYAI JALAN-JALAN

    Terdapat sekitar 2 milyar galaksi di alam semesta dimana masing-masing galaksi terdiri dari 200 bintang, sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut berjalan dalam garis edarnya yang diperhitungkan sangat teliti.

     Selama Jutaan tahun, masing-masing beredar dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, Komet-komet pun beredar dalam lintasan yang yang ditetapkan Allah baginya.

     Kekuasaan Allah tidak terbatas, pergerakan ini tidak hanya dimiliki oleh benda-benda langit disetiap galaksi yang ada, tapi galaksi itu sendiri pun berjalan pada kecepatan yang luar biasa dalam suatu peredaran yang terhitung dan terencana.

Selama pergerakan ini, tidak satupun benda-benda angkasa dan galaksi ini memotong lintasan atau bertabrakan dengan yang lainnya. Bahkan telah diamati sejumlah galaksi berpapasan 1 sama lainnya tanpa satu bagian dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

     Jelas pada saat Al-Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop atau teknologi canggih untuk mengamati angkasa luar yang jaraknya jutaan kilometer dan tidak pula fisika atau pengetahuan astronomi modern.

Tidak mungkin bagi Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa luar angkasa dipenuhi dengan lintasan dan garis edar masing-masing bintang yang dinyatakan dalam Surat 51 ayat 7 tersebut.

     Jika Bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari masih wajar pada masa ini, tapi bagaimana jika matahari berevolusi dalam galaksi dan bersamaan dengan itu maka galaksi itu sendiri berevolusi pula bersama galaksi-galaksi lainnya yang jauh lebih besar?

Terbayangkah bagaimana Maha Kuasa Allah yang tidak membutuhkan siapapun dalam mengatur alam semesta ini? Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan Rasulullaah Muhammad SAW, tapi memang wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril pada Rasulullah Muhammad SAW.

Sebuah kitab yang mengaku datang dari Allah, maka kitab itu harus TIDAK BOLEH ada kesalahan sedikit pun, setitik kecil pun, secuil pun. Kitab itu harus merupakan kitab paling hebat dan jauh melebihi segalanya dan dilihat dari segala sisi apakah itu astronomi, fisika, kimia, ilmu bedah, ilmu janin, ilmu syaraf, oceanografi, matematika, kode angka, sastra, bahasa dan segala jenis lainnya.

Namun, pada kitab tetangga justru terdapat kesalahan dari berbagai segi, baik dari matematika, astronomi, kesehatan, sastra, bahasa, zoology, dan lainnya. Kami tidak asal menuduh, tapi dengan bukti, dan bukti terkuat ialah dari kitab agamanya.

Berikut ialah 3 kesalahan ilmiah dalam alkitab tetangga hanya dalam 2 ayat:

Yosua 10:12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
10:13 Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

Bagaimana mungkin sebuah kitab yang mengaku SUCI berasal dari TUHAN menulis paling kurang ada 3 kesalahan hanya dalam 2 ayat?
1.    Matahari ditulis mengelilingi bumi pada ayat 12.
2.    Matahari ditulis diam tak bergerak dalam waktu lama sampai bangsa membalaskan dendam?
3.    Matahari ditulis tidak bergerak sama sekali di tengah langit?

Kalau memang Nabi Yosua ingin menghentikan siang, tentu dia berkata: Hai BUMI, berhentilah berputar! Tapi mengapa ditulis: Matahari, berhentilah di atas gibeon?

Dahulu, gereja & orang christiani berpendapat jika bumi ialah pusat alam semesta, semua benda angkasa mengelilingi bumi, bumi itu datar berujung 4 seperti yg telah kita bahas dalam posting beberapa hari lalu.

Tapi ketika terbukti jika bumi bukan pusat tata surya, maka ini ialah pukulan telak bagi gereja karena TERBUKTI KITABNYA SALAH!

Untuk menutupi kesalahan ini, ada beberapa orang christian yg memfitnah jika Qur’an pun memiliki kesalahan serupa, iaitu Matahari mengelilingi bumi, padahal Qur’an tak pernah menulis Matahari mengelilingi bumi, tapi Qur’an menulis Matahari mempunyai garis edarnya sendiri.

Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!

Klik pada gambar agar gambar lebih besar saat copy paste untuk disebarkan ... ^_^
Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.
25 Juta Muslim menjadi Murtad Kafir antara tahun 1950-2004 berdasar 3 sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam & Pihak Kristen dengan sedikit perbedaan jumlah...

Ini baru yang tercatat, bagaimana dengan yang tidak tercatat?
Berapa jumlah murtadin antara 2005-2010?
Berapa jumlah murtadin sebelum tahun 1950?
Berapa jumlah murtadin di negara lain? Afrika, Malaysia, lainnya?
Belum termasuk yang terpengaruh Liberal berkata semua agama sama?
Berapa jumlah Islam yg setengah hati terpengaruh media massa?
Berapa jumlah muslim yang tak yakin dengan Islam?
Berapa Jumlah "Islam Keturunan"?
Sampai kapan kita harus toleransi?
Hak kita untuk membela diri & keturunan kita!
Hidupkan KEWAJIBAN dakwah setiap individu muslim...
Sampaikan dengan hikmah & cara yang baik....

Tidak benar semua agama sama, hanya 1 agama benar! Qur'an menulis:Siapa cari agama selain Islam,maka sekali-kali tidak diterima dari-nya, & dia di akhirat termasuk orang2 rugi (QS.3 Ali 'Imran:85).

Tidak sempurna iman seorang muslim sampai dia menyayangi muslim lain seperti dirinya sendiri. Dan salah satu wujud sayang itu ialah amar ma'ruf nahi munkar. Kemunkaran yang meraja lela saat ini ialah "Semua Agama Sama". Mari kita buktikan semua agama tidak sama, hanya Islam saja satu-satunya agama yang TERBUKTI benar!

Subhanallah...1 lagi bukti...
Dari ilmiah.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari nalar.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari Sejarah.... Islam TERBUKTI Benar...
Dari bahkan Kitab agama lain pun.... Islam TERBUKTI Benar...


====================
APA BUKTI ISLAM BENAR???
Sangat penting untuk ribuan new member yang join tiap hari,tolong klik:
http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4208
====================

Untuk Posting hari lalui:
http://islamterbuktibenar.net/

Klik share,bagikan,kongsi, jempol,like,suka,tag,tandai agar dakwah menyebar ke seluruh pelosok. More like/jempol & More comment = membantu dakwah karena posting ini akan sering muncul di wall member sebagai most recent update.

Allah berfirman: Menyampaikan=Wajib (bukan kata orang)
Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡ ❥ ♥
Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan
Qs.16:125 Serulah pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik
Qs.5:92 Kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang
Qs.64:12 Kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang

Ayo mari menyampaikan.... SAMPAIKANLAH MESKI CUMA 1 AYAT

Sekali lagi Thanx 2 ALL 4 Support ^_^
TOLONG SAMPAIKAN dengan undang teman pada group ini supaya lebih banyak lagi orang tahu kalau cuma Islam saja satu-satunya agama yg TERBUKTI BENAR ❤♡ ❥ ♥ Semoga Allah membalas amal kita semua, Amiin Amiin Amiin Yaa Robbal 'Aalamiin

SHALAT LEBIH KHUSYU DENGAN 4 TIPS

السلام عليكم . بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد
Sebagai seorang yang mengaku muslim, tidak lengkap rasanya jika kita lalui dengan shalat yang kurang khusyu.
Artikel ini sebetulnya telah diposting 3x di group pertama "Islam Terbukti Benar" saat sebelum diblokir oleh kufar Facebook Yahudi, yaitu pada saat anggota group masih 30.000an, 1 jutaan & awal Ramadhan 1431 H tepatnya 22 Agustus.
Ada banyak cara untuk mencapai shalat khusyuk, tapi saran saya, tak perlu banyak tips untuk mencapai shalat yg lebih khusyu. Tak perlu berlembar-lembar atau habiskan uang dan waktu untuk membeli buku shalat khusyu & mempelajarinya. Khusyu itu mudah, cukup coba 4 Tips dari kami.
Mari kita tanya pada Qur'an, bagaimana nak lakukan shalat yang lebih khusyu.
4 Tips ini baik dicoba untuk mencapai shalat yang lebih khusyu:

1. Jangan pernah berfikir jika kita masih bisa hidup setelah shalat.
Kita harus yakin jika shalat ni ialah sebagai shalat terakhir kita dimuka bumi ni, sering kita dengar si fulan meninggal seusai shalat, si fulan meninggal setelah adzan, imam fulan meninggal saat sujud dan lainnya. Si fulan meninggal saat tengah judi, maksiat dan lainnya.
Mungkin ini ialah shalat terahir di dunia, setelah itu, kita harus relakan suami / istri kita seorang diri, anak kita menjadi yatim piatu, mungkin nanti malam ialah malam pertama dalam liang kubur, semua harta yg kita kumpulkan tak akan kita bawa, & menjadi hak saudara kita, wajah elok & cantik yg kita banggakan dalam sekejap akan berubah busuk.
Bagaimana kita dapat Shalat Khusyu sementara kita terlalu TAKABUR/ terlalu SOMBONG & yakin jika kita masih hidup beberapa waktu setelah shalat?

2. WAJIB tahu arti setiap bacaan shalat
Qs.4 An-Nisaa':43. Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, SEHINGGA KAMU MENGERTI APA YANG KAMU UCAPKAN...
Jelas sekali ayat ini menekankan pada arti bacaan shalat, kita dapat melatihnya secara berlahan. Jangan sampai puluhan tahun kita hidup di dunia, hafal beratus-ratus lagu Eropa & Lagu Amerika lengkap dengan nada panjang pendek, intonasi serta artinya dan juga riwayat pembuatan lagu & riwayat hidup Artis penyanyinya tapi bacaan shalat saja tidak hafal.
MABUK dalam ayat ini boleh diartikan sebagai mabuk khamr, tapi juga mabuk dunia, mabuk harta, mabuk tahta, mabuk cinta pun termasuk pulak dalam hal yg mengganggu shalat sehingga kita lupa/silap/tak sadar bacaan shalat apa yang telah kita baca, bahkan selalu-nya kita lupa rakaat ke berapa.
Lebih baik membaca surat pendek yang kita tahu arti bacaan setiap kata-kata daripada membaca surat panjang yg kita tak tahu apa artinya. Ingat, untuk mencapai SHALAT KHUSYU dalam Ayat diatas JANGANLAH KAMU SHALAT SEDANG KAMU TIDAK MENGERTI APA YG KAMU UCAPKAN.
Garis besarnya, dalam ayat ini terdapat 2 hal:
a. Jangan melamun, jangan mabuk, jangan mabuk dunia yang membuat kita tidak sadar & tidak tahu apa yang kita ucapkan
b. Arti bacaan shalat yang harus kita fahami untuk mencapai SHALAT KHUSYU
Faham arti bacaan shalat itu PENTING SANGAT HINGGA KITA DILARANG SHALAT SEHINGGA KITA FAHAM APA YG KITA UCAPKAN
Jadi,,, maaf,,, untuk akhi, ukhti, kakak, adik yg masih belum faham arti bacaan iftitah, alfatihah, surah/ayat, ruku, i'tidal, sujud, duduk antara 2 sujud, tahiyat awal & akhir, maka WAJIB tahu & hafal maknanya. Lebih bagus jika kata demi kata.
Bagaimana mungkin kita dapat shalat Khusyu jika kita hanya seperti membaca mantra yang tidak tahu artinya?

3. Ucapkan dengan SUARA SEDANG/DI ANTARA KERAS & PELAN
(((ini penting sekali)))
Qs. 17 Al-Israa':110 dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
Bila kita pelankan suara atau cuma di dalam hati saja, maka terkadang fikiran kita akan melayang tak tentu arah, tapi jika kita baca dengan suara lirih yang didengar oleh diri sendiri, maka ini akan lebih membantu konsentrasi pada bacaan shalat, arti & MENSUCIKAN JIWA. Karena ibadah itu semua ditujukan untuk MENSUCIKAN JIWA.
Shalat ialah Syariat, Hakikatnya ialah MENSUCIKAN JIWA, Ma'rifatnya ialah BERSYUKUR PADA PENCIPTA YANG TELAH MEMBERIKAN BANYAK KENIKMATAN YANG TAK TERHINGGA.

4. Tuma'maninah
Perlahan, tidak terlalu cepat, dinikmati, dihayati, yakinkah kita jika 10 detik lagi masih hidup?
Tuma'maninah ini termasuk 1 dari 13 rukun shalat.

Selain 4 tips itu, disarankan pula agar:
# Berdoa sebelum shalat, mohon lindungan ALLAH dari godaan syaithon
# Membunuh Egois & Sombong dalam diri
# Tiada daya & upaya melainkan milik Allah semata

Qs.6 Al-An'aam:42 ... supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri.
Hilangkan rasa sombong pada diri, jangan berfikir selain shalat, hilangkan apa yang telah dan akan kita lakukan. Bunuhlah semua yang berhubungan dengan aktivity di dunia, fokus hanya pada ALLAH & arti bacaan shalat. Menyadari dosa yang telah lalu
Lebihi bagus jika Dzuhur, Ashar & Isya' berdzikir pendek. Lalu Shalat Fajar & Maghrib berdzikir panjang.
Apa salah 1 tanda shalat diterima?
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkar.Qs. 29 Al-'Ankabuut: 45
Jika kita sudah paham arti bacaan shalat, dibaca dengan Tuma'maninah, meyakini bahwa kita dapat mati setiap saat & segala perbuatan akan dibalas, meresap di hati, MENSUCIKAN JIWA KITA... maka insya Allah Shalat kita dapat mencegah kita dari perbuatan keji & mungkar.
Amiin...
Saudara-saudariku, kami memperbolehkan semua posting dalam website ini di copy paste & disebarkan, tolong sebarkan website ini agar lebih banyak lagi orang tahu jika cuma Islam saja satu-satunya agama yang benar.
Semoga dengan menyebarkan & pesan berantai ini dapat menjadikan amal ILMU YANG BERMANFAAT sehingga pahala tetap mengalir meski kita telah ditanam dalam kubur.
Islam tak kan bangkit jika umat masih ragu pada Islam & dakwah tidak dijalankan

Selasa, 04 Januari 2011

Tiga golongan layak jadi penghuni syurga

SESEORANG yang beriman belum tentu ia seorang bertakwa tetapi jika seseorang itu bertakwa, sudah tentu ia orang yang beriman. Dalam al-Quran, Allah menggesa orang yang beriman supaya bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.
Firman Allah yang bermaksud:
“Wahai orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati melainkan kamu dalam keadaan sebagai Muslim.” – (Surah ali-Imran, ayat 102)
Ayat ini menjelaskan tidak semua orang yang beriman itu benar-benar bertakwa hinggakan Allah menegur mereka supaya menjadi orang yang bertakwa dengan melakukan amal salih. Mereka yang sudah beriman, beramal salih dan bertakwa disediakan Allah ganjaran syurga.
Ketahuilah bahawa dalam syurga terdapat nikmat yang tidak pernah terlintas oleh mata, telinga dan hati manusia. Inilah kebesaran Allah terhadap hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
“Untuk hamba-Ku yang salih, Aku sediakan kesenangan yang tidak pernah terlintas oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah sedikitpun terlintas dalam hati manusia.“– (Hadis riwayat Imam Ahmad, Tirmizi dan Ibn Majah)
Inilah kehebatan Allah dalam menyediakan ganjaran kepada hamba-Nya yang melakukan kebaikan.
Melalui hadis itu dapat difahami bahawa, Allah memberitahu kepada hamba-Nya mengenai nikmat dan kesenangan yang akan diberikan kepada hamba-Nya yang salih. Bermacam corak ragam serta bentuk nikmat kesenangan yang disediakan itu menandakan keagungan dan kebesaran-Nya.
Nikmat itu sebenarnya tidak dapat digambarkan atau dilukiskan dengan tepat seperti adanya, kerana ia bersifat kekal abadi, tidak luntur dan lusuh, jauh sekali daripada menjadi buruk atau seumpamanya yang membawa kepada kehancuran. Inilah nikmat yang perlu direbut manusia.

Pengikut dan ikutan: antara tuah dan padah

SAYA percaya setiap pengikut dan yang diikuti akan tersedu dan merenung panjang mengenang kemuncak masa hadapan iaitu hari akhirat apabila membaca firman Allah dalam al-Quran:
(maksudnya) Ketika mereka yang menjadi ikutan itu berlepas diri daripada mereka yang mengikutnya (para pengikut), dan mereka semua melihat azab (keperitannya), dan terputuslah segala hubungan di antara mereka. Dan (pada masa yang mengecewakan itu) berkatalah mereka yang menjadi pengikut: seandainya kami mempunyai ulangan (peluang kembali ke dunia) maka kami akan berlepas diri daripada mereka seperti mana mereka berlepas diri daripada kami (pada saat ini)! Demikianlah Allah perlihatkan kepada mereka amalan-amalan mereka menjadi penyesalan kepada mereka, dan mereka pula tidak akan dapat keluar dari neraka (surah al-Baqarah: 166-167).
Begitulah gambaran yang Allah nyatakan tentang salah satu suasana hari pembalasan. Ramai yang menjadi ikutan atau yang mengumpul pengikut akan berlepas diri daripada para pengikut mereka kerana ketakutan yang amat sangat melihat azab Allah yang disediakan disebabkan dosa dan kezaliman yang dilakukan bersama dalam episod ‘mengikut pemimpin’ di dunia ini. Demikian para pengikut akan benar-benar menyesal kerana mengikut mereka yang membawa kepada dosa, kezaliman dan penyelewengan, lalu mengimpikan jika mereka diberi peluang sekali lagi dalam kehidupan dunia, bagi membolehkan mereka berlepas diri terlebih dahulu agar tidak mengikut ikutan yang seperti itu yang hanya membawa penyesalan di hadapan Allah.
Ayat al-Quran tersebut merangkumi segala jenis ikutan antara pemimpin dan pengikut sama ada dalam kefahaman agama, politik dan segalanya yang membawa penderhakaan kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Bukan semua pemimpin yang dipuja pengikut mereka – dalam apa aliran sekalipun, akan terus dipuja pada hari kiamat. Bahkan, entah berapa ramai para pemimpin atau mereka yang menjadi ikutan akan menolak dan menafikan pengikut mereka kelak. Demikian juga para pengikut, akan menyesal kerana menjadi pengikut. Walaupun pada hari ini ramai pemimpin yang ingin cari pengikut dan berbangga dengan para pengikut mereka lalu memberi jaminan yang pelbagai. Sementara ramai pula yang suka mendakwa kononnya menjadi pengikut setia sampai bila-bila. Namun di hari pembalasan ramai pemimpin dan pengikut yang berlepas diri dan memusuhi antara satu sama lain. Inilah yang akan berlaku jika kita mengikut seseorang tanpa menilai tindakan yang dilakukan. Tidak merenung sejauh mana keselarasan tindakan orang yang menjadi ikutan kita dengan kebenaran yang diputuskan oleh wahyu menerusi al-Quran dan sunah. Maka janganlah taksub atau terlalu berbangga dengan ikutan kita sehingga tidak mengguna akal untuk berfikir.

Mengingati kiamat bangkit keinsafan

AL-QURAN adalah kitab dan mukjizat paling indah. Keindahannya bukan sekadar untuk diperdengarkan bacaannya tetapi diambil perhatian mengenai peringatan dan ancaman yang dijelaskan dalam ayatnya sebagai menambahkan ketaatan manusia kepada Allah pencipta semesta alam.
Allah berfirman yang bermaksud:
“Apabila matahari digulung dan bintang berjatuhan dan apabila gunung dihancurkan dan unta yang bunting ditinggalkan tidak dipedulikan dan apabila binatang liar dikumpulkan dan lautan dijadikan meluap dan apabila roh dipertemukan dengan tubuh, bayi perempuan dikuburkan hidup-hidup ditanya kerana dosa apakah ia dibunuh, dan apabila catatan amal perbuatan manusia dibuka dan langit dilenyapkan dan apabila api neraka jahim dinyalakan dan syurga didekatkan, maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang sudah dikerjakannya, sesungguhnya Aku bersumpah dengan bintang yang beredar dan terbenam demi malam apabila sudah hampir meninggalkan gelap dan demi subuh apabila fajarnya mula menyingsing, sesungguhnya al-Quran itu benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan mulia yang mempunyai kekuatan, kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai arsy ditaati lagi dipercayai.” (Surah at-Takwir, ayat 1-21)
Rasa takut dan cemas terbayang menekan kita. Ketakutan meliputi seluruh alam dan mencemaskan jiwa serta menggoncang dada. Malah, ketakutan mencengkam seluruh bumi dan langit yang digerakkan lagi oleh ketakutan dan digentarkan pula oleh firman-Nya.
Allah berfirman yang bermaksud:
“Apabila terjadi hari khiamat, tidak seorang pun dapat berdusta mengenai kejadiannya. Kejadian itu merendahkan satu golongan dan meninggikan golongan yang lain. Apabila bumi digoncang sedasyatnya dan gunung dihancur luluhkan sehancurnya, maka jadilah debu yang berterbangan.” (Sural al-Waqiah, ayat 1-6)
Pada saat lain, ketakutan itu terlintas dalam bayangan dan bergoncang perasaan. Semua itu sebagai peringatan kepada kita untuk menambah ketaatan dan ketakwaan.
Firman Allah yang bermaksud:
“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang besar dan dasyat. Ingatlah pada hari ketika kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya. Dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (Surah al-Hajj, ayat 1-2)
Demikian gambaran demi gambaran yang ditampilkan Allah mengenai pemandangan hari kiamat. Sesekali perasaan takut merasuk ke jiwa dan pada saat lain berasakan kemantapan dan ketenangan.
Sesekali terbayang api neraka yang membakar dan sesekali pula hembusan sejuk angin syurga menerpa, lantaran itu pengenalan terhadap alam akhirat menjadi penting dan sempurna sebelum hari yang dijanjikan itu tiba.

Rahasia Alam Akhirat



@}%- Do’a Nabi Muhammad :
” Ya Allah, jadikan Al Qur’an musim bunga hati kami, penerang jiwa kami, pelipur lelah kami,  penyelamat kami, penuntun kami, menuju surga-Nya.”
@}%- 3 Macam Kedustaan Terhadap Hari Kiamat :
Mendustakan adanya hari kebangkitan (dari alam kubur) dan dihimpunnya manusia ( di padang mahsyar).
Tidak mempercayai hisab (perhitungan amal) dan mizan (timbangan amal).
Tidak menyakini adanya surga dan neraka.
@}%- Mendustakan hari kiamat, tidak hanya dengan lidah, tapi dengan perbuatan. Misal :
-    Tidak menyibukkan diri dengan mengumpulkan bekal pulang kepada Allah (menyia-nyiakan waktu dan kesempatan).
-  Meminta surga, tapi beramal dengan amalan ahli neraka.
Do’a à tidak hanya sekedar meminta. Esensi / hakikat do’a à ada kesadaran diri kita untuk memperbaiki diri.
@}%- Percakapan Mu’adz bin Jabal dengan Rasulullah SAW :
Mu’adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah. ” Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang :
Rasulullah menjawab, “ Wahai Mu’adz, sungguh kau telah bertanya tentang sesuatu yang besar.” “ Akan dikumpulkan 10 kelompok di antara umatku pada hari berbangkit nanti, tapi Allah mengeluarkan mereka dari kaum muslimin, yaitu berdasarkan rupa mereka….”
@}%- 10 Kelompok tersebut adalah :
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam rupa SEEKOR MONYET.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MENGADU DOMBA (NAMIMAH)
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam rupa SEEKOR BABI.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MAKAN DARI USAHA YANG KOTOR (HARAM).
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN TERBALIK.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MAKAN RIBA.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN BUTA DAN BINGUNG.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MENERJANG HUKUM.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN TULI DAN BISU.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MENGAGUMI AMALNYA SENDIRI.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN LIDAH TERJULUR SAMPAI DADA SAMBIL MEMAIN_MAINKAN MUNTAHAN.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang TIDAK SESUAI ANTARA KATA DAN PERBUATAN.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN TERPOTONG TANGAN DAN KAKINYA.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MENYAKITI TETANGGANYA.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN TERSALIB DI CABANG POHON YANG TERBUAT DARI API.
-  Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MEMFITNAH SESAMA DI HADAPAN PENGUASA.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN BERBAU BUSUK MELEBIHI BANGKAI.
- Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka MENYENANGKAN NAFSU SYAHWATNYA.
Mereka yang dibangkitkan dari alam kubur dalam KEADAAN DIKENAKAN JILBAB YANG TERBUAT DARI TER YANG PANAS.
- Akan ditimpakan kepada siapa saja yang suka SOMBONG.
@}%- HR. Bukhari :
Intinyaà ” Barang siapa bisa menahan marah, ia akan di keluarkan dari kubur nanti, digiring ke padang Mahsyar dengan kedudukan di atas makhluk – makhluk yang lain à Jadi pemimpin (saat di padang Mahsyar).
@}%- Padang Mahsyar :
Panasnya :
Matahari didekatkan 1,6 km di atas kepala.
Akan ada karunia untuk orang – orang yang dikehendaki Allah (Naungan di padang Mahsyar), yaitu kepada kaum muslimin/ah yang mempunyai mala yang istimewa di hadapan Allah, yaitu salah satunya ada di hadits, 7 golongan tersebut adalah :
1.    Pemuda yang senantiasa beribadah.
2.    Orang yang menambatkan hatinya di Masjid.
3.    Bertemu dan berpisah karena Allah.
4.    Pemimpin yang adil.
5.    Orang yang takut berbuat  maksiat.
6.    Orang yang bershodaqah ( tangan kirinya tidak tahu).
7.    Orang yang dalam kesendirian selalu mengingat Allah, menangis karena mengingat Allah.
Api Neraka = 70 X api Dunia.
Tidak  ada  seorangpun yang berani berbicara kecuali para Rasul, dan bicara mereka adalah DO’A.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

Dunia Sementara Akherat selamanya...

Dunia ini adalah alam yang fana dan bohong belaka. Keindahan alam dunia Allah Swt ciptakan adalah agar manusia mengenal kepada Allah Swt. Itulah maksud Allah Swt. menciptakan akal. Adanya langit, matahari, bintang, bulan, lautan, gunung-gunung adalah agar manusia paham siapa yang menciptakannya. Agar akal manusia paham bahwa dibalik semua itu ada yang menciptakan dan yang mengaturnya. Maka nanti ketika kita mati maka akal kita akan ditanya untuk apa digunakan selama hidup di dunia. Tanggung jawab akal kita yang pertama harus kita tunaikan adalah bagaimana akal kita ini mengenal dan memahami Allah Swt. 
 
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan?,  Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?, Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?" (Al Ghaasyiyah 17-20) 
 
Akal adalah karunia yang Allah Swt berikan kepada manusia, yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk Allah Swt yang lain. Ketinggian derajat manusia dibandingkan dengan mahkluk yang lain adalah karena manusia memiliki akal. Namun Allah Swt menghendaki agar akal kita digunakan untuk memikirkan tentang keberadaan dan keEsaan Allah Swt. Jika akal manusia digunakan untuk memikirkan keberadaan dan keEsaan Allah maka manusia akan mengenal Allah Swt. Dan akal manusia akan menjadi bernilai di sisi Allah Swt.. Padahal akal manusia yang Allah ta’ala ciptakan memiliki kapasitas dan kemampuan berpikir yang luar biasa.
 
 
Allah Swt telah menciptakan suatu komponen yang tak terbayangkan di dalam tubuh kita yaitu akal. Dengan kemampuan akal manusia tersebut maka manusia sebenarnya mampu untuk menggunakan akalnya untuk menyimpan jutaan informasi tentang keberadaan dan kebesaran Allah Swt. Akan tetapi saat ini kita sekarang masih menggunakan sebagian kecil akal kita hanya untuk mendalami dan mempelajari tentang keduniawian. Bahkan sebagian orang telah mengotori akal dan pikirannya untuk memikirkan bagaimana bermaksiat kepada Allah Swt.
 
Kita sering melihat langit, matahari, bintang, gunung-gunung, petir dan ciptaan-ciptaan Allah yang lain, tapi akal kita senantiasa jarang menghubungkan bahwa dibalik itu semua ada sesuatu yang Maha Dahsyat yang menciptakannya. Ketika kita melihat laut tidak terpikir dalam akal kita betapa Allah Swt luar biasa sekali menciptakannya dan mensuplai air yang tak pernah habis sejak jaman dulu kala. Ketika kita melihat indahnya warna bunga-bunga kita hanya sanggup mengaguminya tanpa berpikir betapa indahnya Allah ta’ala menciptakan warna-warna pada bunga. Ketika kita melihat api yang panas kita terlalu sering lupa bahwa yang menciptakan sifat panas pada api adalah Allah Swt. Ketika kita melihat petir maka tidak timbul rasa takut dalam diri kita betapa Allah ta’ala menciptakan petir  untuk bertasbih memujiNya. Sekarang ini kebanyakan kita menggunakan akal adalah untuk memenuhi kebutuhan nafsu dan syahwatnya. 
 
Padahal maksud lain Allah ta’ala menciptakan akal juga adalah untuk manusia berpikir bahwa di dunia ini semuanya serba terbatas. Ada kehidupan dan kematian, ada awal dan akhir. Akan tetapi kebanyakan kita sering melupakan hal tersebut. Kebanyakan kita selalu berangan-angan panjang tentang dunia dan selalu memikirkan kesejahteraan hidup di dunia akan tetapi melupakan akhirat. Manusia terlalu sering sibuk dan disibukkan dengan hal-hal yang bersifat dunia. Dibalik kehidupan dunia yang fana ini sebenarnya telah menghadang suatu alam ghaib yang bernama kubur dan akhirat. "Semua yang bernyawa pasti mengalami kematian". Dan jika nanti kita mati maka kita akan terheran-heran melihat keberadaan alam akhirat yang sungguh-sungguh berbeda dengan alam dunia baik dari sisi dimensinya maupun waktunya. Rasulullah saw. adalah manusia satu-satunya yang pernah diperlihatkan tentang alam  akhirat. Beliau mengabarkan bahwa batu neraka yang paling kecil adalah sebesar seluruh gunung yang ada di muka bumi ini. Beliau juga mengabarkan bahwa alam akhirat panjang waktunya adalah 1 hari akhirat sama dengan 1000 tahun dunia untuk orang yang beriman dan 50.000 tahun dunia untuk orang yang mengingkarinya. Dan alam akhirat adalah abadi. Tidak ada batasan waktu mengenai alam akhirat. Dikatakan oleh alim ulama bahwa perbandingan besarnya alam dunia dengan alam akhirat ini adalah seperti alam kandungan dengan dunia ini. Jika alam dunia ibarat  kandungan seorang wanita maka alam akhirat seperti alam dunia ini. Begitulah perbandingannya. Namun ini mungkin saja hanya sekedar gambaran supaya manusia mudah memahami besaran dan panjangnya waktu alam akhirat. Sesungguhnya alam akhirat tidak pernah terbayangkan besar dan lamanya oleh akal manusia. Maka maksud sebenarnya Allah menciptakan dunia adalah sebagai tempat persinggahan agar manusia banyak-banyak mempersiapkan bekal untuk alam akhirat.
 
Sayang sekali potensi akal manusia yang begitu luar biasa tidak dipergunakan untuk memikirkan keberadaan alam akhirat. Dunia ini adalah ibarat sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara alam ruh dengan alam akhirat. Alam dunia diapit oleh dua alam yang memiliki dimensi yang besar sekali yaitu alam ruh dan alam akhirat. Alam ruh adalah alam dimana kita pernah tinggal dan berjanji dan mengakui bahwa Allah swt adalah tuhan semesta alam. Ketika kita dihadirkan oleh Allah Swt. ke alam dunia, maka kebanyakan manusia lupa akan janjinya. Dunia adalah tempat persinggahan sementara yang sangat singkat waktunya. Dahulu Rasulullah Saw sering menasehatkan kepada para sahabatnya agar para sahabat senantiasa takut dan menangis akan kedahsyatan alam akhirat. Sehingga ketika Rasulullah menceritakan kedahsyatan alam akhirat para sahabat seperti benar-benar melihat alam akhirat dan kebanyakan mereka berjatuhan pingsan mendengarnya. Para sahabat senantiasa takut akan alam akhirat, sehingga mereka giat dan berlomba-lomba untuk berbuat amal shaleh agar mereka dapat selamat dari azab alam akhirat. Sholat mereka senantiasa membawa rasa takut dan cemas yang luar biasa. Sehingga tak jarang para sahabat dalam sholatnya dijumpai menangis menggigil karena takut akan Allah Swt dan alam akhirat. Sebaliknya kita sholat menangis karena takut akan miskin di dunia.
 
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal". (AL ANFAAL (Rampasan perang) ayat 2)

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN MANUSIA




Dimanakah kita sebelum dilahirkan? Apa dan bagaimana kita selama di alam kandungan yang gulita itu? Bagaimanakah proses perjalanan yang melelahkan itu sehingga kita sampai ke dunia ini? Lantas apa tujuan kita hidup di dunia? Apa yang terjadi dengan umur kita yang semakin bertambah dan kian hari usia kita semakin berkurang? Setelah tutup usia, kemanakah kaki kita melangkah?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali muncul manakala kita berfikir kembali tentang tujuan hidup kita di alam dunia dan berjuang untuk kebahagiaan di alam akherat.

1.     Alam Rahim. Masa perpindahan sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim para ibu sebelum dilahirkan.
2.     Alam Dunia. Masa kehidupan di dunia sejak dilahirkan dan diwafatkan oleh Allah SWT.
3.     Alam Kubur, disebut juga dengan alam Barzakh. Ketika manusia meninggal, mereka akan menempati alam ini sampai hari kiamat tiba.
4.     Alam Mahsyar. Masa tinggal di padang Mahsyar sejak dibangkitkan hingga diputuskan amalnya oleh Allah SWT.
5.     Alam Baka. Masa kehidupan di alam yang kekal dalam kenikmatan syurga atau dalam kepedihan neraka.

Tahap Kehidupan Pertama: Alam Rahim
Masa pertama adalah masa kehidupan manusia sejak dalam tulang sulbi ayah dan rahim ibu sebelum dilahirkan. Ketika Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum “ahli kanan” (ahlulyamin) dan kaum ahli kiri (ahlul-syimal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, sebuah lembah yang dekat padang Arafah). Mengenai hal ini Allah swt berfirman dalam surah al-A’raf ayat 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Benar (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (anak-anak Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".
Ayat ini membuktikan bahwa manusia telah memiliki wujud. Mereka bisa melihat dan mendengar kendatipun wujud mereka tidak sama dengan wujud kita seperti sekarang ini.
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Tirmidzi dan Abu Hurairah disebutkan bahwa ketika Allah SWT mengeluarkan zurriyat dari Adam a.s. lalu dilihat oleh Adam seorang dari mereka berperawakan sangat gagah. Lalu Adam bertanya siapakah dia? Adam diberitahu bahwa ia adalah Daud a.s, anaknya sendiri. Lalu Adam bertanya: "Berapakah usia Daud yang telah Engkau tetapkan?". Jawab Allah SWT: "Enam puluh tahun". Adam kemudian memohon agar Daud dipanjangkan usianya, tapi Allah menjelaskan bahwa itu adalah usia yang sudah Ia tetapkan. "Kalau begitu aku ingin menambahkannya empat puluh tahun dari usiaku", kata Adam a.s. Sebelum itu Allah SWT telah menetapkan umur Adam seribu tahun.
Meskipun umat nabi Muhammad SAW ditakdirkan relatif lebih pendek usianya daripada umat-umat terdahulu, namun Allah SWT diberikan banyak keistimewaan-keistimewaan dibandingkan umat-umat lainnya. Di dalam Taurat tercatat bahwa ada satu umat yang sifat-sifatnya amat menarik dan berperilaku sangat baik dan mulia. Setelah membaca kitab suci tersebut, nabi Musa bertanya siapakah gerangan mereka, siapa nabi yang diutus kepadanya? Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah SWT agar umat tersebut menjadi umatnya. Maka Allah SWT berfirman: "Mereka adalah umat nabi Muhammad". Lalu nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar menampakkan umat itu kepadanya. Doa nabi Musa as dikabulkan Allah SWT. Ia yang Maha Kuasa menampakkan umat tersebut kepada nabi Musa a.s.
Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada di dekat gunung Thur (Sina) ketika kami memanggil.[1]
Hal ini merupakan bukti bahwa zurriyat manusia itu sudah wujud sebelum lahir di dunia ini. Demikian pula Rasulullah SAW sudah wujud dengan wujud yang lebih lengkap dan sempurna di dalam tingkatan umur pertama tersebut.
Banyak keistimewaan dan keutamaan-keutamaan umat nabi Muhammad saw disinggung di banyak tempat, baik dalam al-Quran maupun Hadis. Misalnya saja Wahab bin Munabbih (rahimahullah) ia bercerita: Ketika Musa a.s. membaca luh (papan bertulis), di sana ia melihat beberapa sifat kelebihan umat nabi Muhammad SAW. Lagi-lagi nabi Musa bertanya, “wahai Tuhanku, siapakah gerangan umat yang dirahmati seperti yang terdapat dalam luh ini?”. Maka Allah SWT berfirman: “Itulah umat Muhammad. Mereka ridha dengan rezeki sedikit yang aku berikan kepadanya, maka Aku pun ridha dengan amalan yang sedikit dari mereka. Akan Aku masukkan mereka ke dalam syurga dengan kesaksian Laa ilaaha illallah!”. Nabi Musa a.s. berkata lagi, “tapi ya Tuhan, aku juga dapati dalam luh ini suatu umat yang akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya laksana purnama. Jadikanlah mereka itu umatku, ya Allah!”. Allah SWT berfirman: “Mereka itu adalah umat Muhammad. Aku bangkitkan mereka pada hari kiamat dengan wajah bersinar dan bercahaya disebabkan bekas-bekas wudhu dan sujud mereka.”

Tahap Kehidupan Kedua: Alam Dunia
Proses perpindahan dari Alam Rahim ke Alam Dunia bukanlah hal yang gampang. Selama sembilan bulan di alam rahim itu, janin tumbuh dan membentuk diri sehingga menjadi bentuk yang sempurna. Dengan izin Allah SWT kita terlahir ke dunia ini dengan perjuangan ibu yang melahirkan kita antara hidup dan mati. Al-Quran menyebut perjuangan itu dengan istilah “wahnan ‘ala wahnin” (kelemahan di atas kelemahan), saking sakitnya proses melahirkan itu. Hanya karena izin Allah SWT kita bisa selamat terlahir ke dunia hingga hidup seperti sekarang ini. 
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari (sari) tanah. Kemudian Kami jadikan (sari tanah) itu air mani yang tersimpan dalam tempat yang kukuh (rahim). Lalu Kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu gumpalan darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan Kami jadikan gumpalan daging itu tulang belulang, lalu Kami lapisi tulang belulang itu dengan daging. Kemudian Kami bentuk ia jadi mahluk yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta."[2]
Demikian juga Rasullullah telah bersabda: Sesungguhnya setiap kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam kandungan ibu berupa setitis air mani selama empat puluh hari, kemudian menjadi darah yang beku selama empat puluh hari pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat kepadanya, meniupkan ruh baginya dan memerintahkan menulis empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalannya dan kesudahannya, sebagai orang sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang dari kamu beramal dengan amalan ahli syurga sehingga tidak ada jarak antaranya dan antara syurga melainkan sehasta, kemudian terdahulu atasnya ketentuan tulisan lalu iapun mengerjakan dengan amalan ahli neraka, maka masuklah ia ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang kamu mengerjakan dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antaranya dan antara neraka melainkan sehasta, kemudian terdahulu atasnya ketentuan tulisan lalu iapun mengerjakan pula dengan amalan ahli syurga, maka masuklah ia ke dalamnya.[3]
Di alam dunia ini kita juga melalui proses pertumbuhan dari tahun ke tahun. Ibnu Jauzi telah membagikan umur manusia pada lima masa:
1.     Masa kanak-kanak; dari sejak dilahirkan hingga mencapai umur lima belas tahun.
2.     Masa muda; dari umur limabelas tahun hingga umur tigapuluh lima tahun.
3.     Masa dewasa; dari umur tigapuluh lima tahun hingga umur limapuluh tahun.
4.     Masa tua; dari umur limapuluh tahun hingga umur tujuh puluh tahun.
5.     Masa usia lanjut; dari umur tujuhpuluh tahun hingga akhir umur yang ditentukan oleh Allah SWT.
Pada tahap masa kanak-kanak berlaku masa keringanan dari Allah SWT yaitu belum adanya taklif (beban kewajiban) untuk mengerjakan solat dan puasa ataupun ibadah lainnya. Orang-orang yang sudah baligh atau sudah dewasa diwajibkan menyuruh mereka mengerjakannya karena kebaikan dan amal soleh dari anak yang belum baligh selain menjadi amal kebaikannya juga akan menjadi catatan pahala bagi ibu-bapanya selama kedua orang tuanya memperhatikan pendidikan dan pengasuhannya. Jika anak telah mencapai masa baligh dan telah sempurna akalnya maka ia telah menjadi mukallaf. Saat itulah segala kewajiban agama telah berlaku atas dirinya. Kedua malaikat pengawas diperintahkan oleh Allah untuk mencatat segala perlakuan baik lahir maupun batinnya. Sebagaimana firman Allah:
Dan sesungguhnya bagi kamu ada beberapa penjaga. Penulis-penulis yang mulia. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan.[4]
Ketika dua malaikat pencatat membuat catatan, satu duduk di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Tiada yang diucapkan, satu perkataanpun, melainkan ada di dekatnya (malaikat) pengawas yang selalu hadir.[5]
Malaikat ini akan mendampingi dan hadir pada hari kiamat di hadapan pengadilan Allah SWT dan keduanya menjadi saksi baginya. Dan datanglah setiap orang bersama (malaikat) pengiring dan (malaikat) penyaksi.[6]
Pada tahap masa muda terjadi banyak perubahan baik fisik maupun non-fisik. Pada masa ini akan dipenuhi dengan semangat dan kekuatan serta memuncaknya vitalitas. Masa muda ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal dan serta kebaikan. Namun kecenderungan yang terjadi adalah sebagian besar memanfaatkannya untuk pemuasan nafsu keduniaan. Dalam hal ini Rasullullah saw telah mengingatkan: "Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu." (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi'ddunia, Ibnul-Mubarrak). "Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:
1.     Tentang nya, untuk apa dihabiskan
2.     Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
3.     Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan.
4.     Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. (HR. Tirmidzi).
Sedangkan apabila seseorang telah mencapai masa dewasa, Allah SWT memberikan karunia hikmah dan kearifan kelihatan padanya berbagai ketaatan dan menujukan hatinya kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT:
Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang melakukan kebajikan.[7]
...sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur empat puluh tahun, berkatalah ia: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kedua ibu-bapakku, dan doronglah aku untuk berbuat amal soleh yang Engkau ridhai...[8]
As-Syaikh al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad as-Sya'rani dalam kitabnya Al-Bahrul-Maurud menyebutkan: "Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur empat puluh tahun hendaklah bersiap-siap dengan melipat tilam-tilam dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik, sehingga tidak akan lagi rasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi empat puluh tahun, dibanding dengan seratus tahun sebelumnya."
Imam Syafi'i (rahimahullah), setelah mecapai umur empat puluh tahun, berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata: "Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat."



Setiap yang Bernyawa akan Merasakan Mati
Karena kita sudah pernah hidup masa bayi, masa kanak-kanak, kemudian menjadi remaja dan dewasa. Tibalah saat tua renta, dan.. kematian!
Ya, kita bukan makhluk abadi. Kita suatu saat akan mati, begitu pula tumbuh-tumbuhan dan binatang, serta semua makhluk di muka bumi dan di jagat raya ini. Jadi, tak ada satupun yang abadi di dunia. Semua akan merasakan mati. Kamu juga begitu. Cepat atau lambat, pasti kamu akan merasakan mati juga. Banyak yang berfikir bahwa hanya orang tua saja yang mati, seolah Allah sudah merancang kematian hanya untuk orang-orang tua dan tidak berdaya saja, sementara kita-kita yang masih muda masih jauh dalam perencanaan Allah.
Itu salah besar, sobat. Banyak kok bayi-bayi yang baru dilahirkan, tiba-tiba mati. Begitu juga anak-anak yang masih duduk di sekolah, dengan alasan atau sebab tertentu, mereka meninggalkan alam fana ini. Terlebih lagi orang-orang tua yang sudah uzur usianya, mereka semua akan wafat. Jadi, kematian itu sebetulnya harus dipersiapkan sejak sekarang. Sebab, kalau sudah terlambat, pintu taubat akan tertutup, itu artinya kita tidak bisa lagi berbuat baik, tidak bisa lagi bersedekah, berbakti kepada guru dan orang tua, dan amal-amal kebajikan lain. Mumpung kita masih hidup di alam dunia ini, kita harus banyak melaksanakan amal shalih atau berbuat baik kepada sesama. Rasulullah saw mengajak kita untuk berbuat itu.
(sebaik-baik manusia ialah orang yang paling baik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi orang lain).
Nah, pada bab ini kita kita akan mencoba mencari tahu jalan yang akan kamu lalui setelah kita mati. Bukannya nakut-nakutin, ini memang sengaja agar kita waspada sejak dini, supaya di dunia kita bahagia dan di Akherat kita berjaya. Oke?
Semua manusia akan melewati masa-masa, dimana mereka akan berjuang dengan rasa sakit yang tak tertahankan saat ruh dicabut oleh sang malaikatul maut. Setelah itu mereka digiring ke alam kubur, dibangkitkan lagi, digiring lagi ke alam mahsyar, melewati jembatan yang melintasi neraka jahannam, dan setelah itu mereka akan ditentukan pada titik finish: surga atau neraka.
Nah, kira-kira kamu mau ke sorga atau neraka? Tentu semua orang ingin ke surga. Tapi, ya, harus usaha dong coy. Sebab kamu akan sendirian di sana, di alam kubur. Tidak ada ayah yang selalu memberi nafkah dalam segala urusan kamu, tidak ada ibu yang pernah melahirkan dan selalu membimbing kamu, tidak ada kakak dan saudara-sudara yang selalu mendukung rencana dan usaha kamu...
Tidak ada kekasih yang selalu menyejukkan hati dengan kata-kata mesranya....
Tidak ada suami yang pernah memilih kamu menjadi pendamping hidupnya...
Tidak ada uang atau harta yang kamu tabung atau kamu tumpuk-tumpuk....
Pokoknya tak ada seorangpun yang menjagamu, padahal saat kamu hidup mereka senantiasa dekat dan membantumu. Di sana kamu hanya membawa perbekalan berupa amal. Ada yang berbekal perbuatan baik ada juga yang berbekal perbuatan buruk yang pernah kamu lakukan selama hidup di dunia. Di setiap sudut kiri, kanan, atas dan bawah kamu hanyalah amal! Ya. Hanya amal.  
Karena itu, kamu harus tahu jalan yang akan kamu lalui. Di sana ada langkah-langkah, dan fase-fase pendakian yang sangat melelahkan. Dan pada fase selanjutnya nanti kamu akan diputuskan apakah akan berdiam di sorga atau di neraka. Hendaknya ini kamu ketahui benar-benar. Ya dengan pengetahuan yang pasti (ma'rifah yaqiniyah), bukan hanya dari katanya dan katanya saja (ma'rifat sima'iyah). Sebab, sudah pasti kamu sudah mendengarnya juga, baik dari nenek atau teman-teman atau mungkin dari bayangan-bayangan atau khayalan waktu kamu masih kecil. Bukan itu. Jadi yang dibutuhkan di sini adalah pengetahuan yang didasarkan atas upaya kamu sendiri dengan cara membaca dari Al-Quran dan Hadis, atau dari para ulama. Pengetahuan yang bersumber dari ulama itu penting, agar keyakinan kita tentang adanya kehidupan setelah mati semakin mantap. Jadi yang dituntut sekarang ini, kamu harus tahu semuanya itu dengan landasan usaha membaca, berfikir, sadar dan rasa tanggungjawab untuk mengetahui segalanya dan akibat-akibatnya.
Sebelum kamu menjajaki perjalanan ini, tentu kamu harus meyakinkan diri sendiri bahwa kamu beriman kepada Allah swt, beriman kepada Rasul-Nya, dan beriman kepada Al-Quran dan Hadis. Sebab, langkah-langkah setelah kematian (yang akan kita bicarakan ini) ada di dalam al-Quran, dan sebagian lagi ada di dalam Hadis. OK? Selamat membaca.